slot deposit dana
Strategic Planning: Kemenangan Yang Direncanakan - Jumadi Subur | Konsultan SDM | HR for SCHOOL | SDM for UKM | HP 0815-1321-2579

Strategic Planning: Kemenangan Yang Direncanakan

Panji membaca sebuah koran yang ia beli di stasiun sebelum berangkat. Ia membaca berita tentang keberhasilan Taufik Hidayat menjuarai kejuaraan dunia bulu tangkis. Wah hebat, cabang bulu tangkis kita sudah mulai bangkit lagi, pikir Panji.

Yang menarik adalah komentar pelatih Taufik Hidayat ketika ditanya wartawan “Kemenangan ini sudah diduga sebelumnya, karena Taufik memang telah lama mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan ini.”

Kemenangan ini seperti telah direncanakan sebelumnya. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa untuk menjadi pemenang, pasti kita memerlukan strategi.

Coba saja kita tanyakan kepada para pemenang di bidang olah raga seperti Taufik Hidayat dari Bulu Tangkis, Michael Schumacher dari Balap Mobil, ataupun Lance Armstrong dari Balap Sepeda yang sudah sering meraih medali emas. Selain pemenang di bidang olah raga, kita juga bisa menanyakan rahasia sukses dari para pemenang dalam perang (misalnya oleh Jendral Sudirman, Jendral S. Patton), politik (misalnya oleh: Bill Clinton, Cory Aquino, Margaret Thatcher), bisnis (misalnya oleh Michael Dell, Bill Gates), ilmu pengetahuan (oleh para pemenang hadiah Nobel).

Ada tiga dasar yang harus diperhatikan oleh seorang pemenang, yaitu Hand (tangan, fisik), Head (kepala, akal, intelektual) dan Heart (hati, spirit, moral).

Kekuatan Fisik (Hand Power). Kekuatan fisik di sini adalah stamina sang pemenang dan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Jadi, sangat penting bagi seorang pemenang untuk memiliki stamina yang kuat, karena untuk menghasilkan mahakarya di bidangnya, diperlukan kekuatan fisik yang prima. Dalam hal ini, kesehatan penting untuk dipelihara.

Seorang pemimpin juga perlu ditunjang dengan sumber daya yang cukup untuk tampil sebagai pemenang: Seorang olah ragawan perlu memiliki peralatan olah raga yang diperlukan, pelatih, sparing partner, dan kesempatan untuk mengasah keterampilannya dalam pertandingan persahabatan; seorang calon presiden memerlukan dana untuk berkampanye, serta tim sukses untuk membantunya menyusun taktik menang; seorang yang akan memulai bisnis memerlukan sumber daya untuk memproduksi ataupun mengadakan barang atau jasa yang akan dijualnya, serta dukungan dana serta tim yang kuat untuk menjalankan bisnisnya tersebut.

Kekuatan Akal (Head Power). Kekuatan fisik saja belumlah cukup untuk menyusun strategi pemenang. Calon pemenang memerlukan kekuatan mental yang mencakup kemampuan intelektual dan pengetahuan di bidang yang akan ditekuninya. Tanpa pengetahuan dan kekuatan intelektual yang cukup, akan sulit bagi seseorang untuk memasuki suatu arena, apalagi untuk memenangkannya, karena calon pemenang perlu mengenal dan memiliki pengetahuan yang dalam mengenai ” medan perang” yang akan dimasukinya.

Olah ragawan perlu mengenal peraturan olah raga, peralatan olah raga, lapangan olah raga, serta para pesaing yang akan dihadapinya. Demikian juga dengan politisi dan pelaku bisnis. Keduanya perlu memiliki pengetahuan mengenai para pemain, peraturan, dan peta kekuatan di arena yang akan mereka masuki.

Kekuatan Moral (Heart Power). Yang sangat penting untuk dimiliki oleh seorang pemenang adalah kekuatan moral. Kekuatan moral di sini mencakup sikap dan nilai-nilai spiritual yang dianutnya. Kekuatan moral merupakan pedoman bagi sang pemenang untuk menyusun strategi yang paling tepat, dan untuk tetap bertahan dan tetap memiliki semangat juang yang tinggi ketika dalam perjalanan menuju tujuan harus mengalami berbagai rintangan dan masalah.

Demikian juga para pemimpin, untuk dapat mengarahkan organisasinya menjadi pemenang dalam kompetisi apapun, seorang pemimpin juga harus memiliki 3 kekuatan tersebut. Ini yang kemudian dalam perkembangan teori disebut dengan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.

Ketiga kekuatan yang dimiliki oleh semua manusia ini menjadi pemicu keberhasilan mereka. Pertanyaan berikutnya, jika sama-sama memiliki kekuatan tersebut mengapa ada yang meraih kemenangan dan ada yang gagal?

Jawabannya adalah upaya yang dilakukan oleh para pemenang. Mereka mengolah potensi yang ada, memupuk dan mengoptimalkannya untuk meraih keberhasilan. Mereka menyusun langkah menuju kemenangan, dengan latihan, sparing partner, mengikuti perlombaan, meningkatkan kemampuan. Dengan kata lain mereka menyusun strategi untuk mencapai kemenangan tersebut. Mereka telah merencanakan kemenangan tersebut dari awal.

Jadi, kemenangan dan keberhasilan organisasi dalam mencapai objective (tujuan) sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpinnya. Ketika seorang pemimpin memiliki daya intelektualitas maka ia mampu menyusun strategi yang tepat agar visi dan misi organisasi tercapai. Ketajaman berpikir dan kepintaran menangkap peluang merupakan salah satu strategi untuk merealisasikan corporate objective.

Sekali lagi, kemenangan tidak datang dengan sendirinya, ia datang karena direncanakan. Ia hadir karena ada langkah strategis untuk mencapainya. Kitab suci mengajarkan “Tuhan tidak akan mengubah seuatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri.” Dan pemimpin adalah pemegang anak kunci perubahan itu. Leader is the agent of change.()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *